Banyak yang mengira kegiatan Pramuka hanya sekedar sandi, tali-temali, atau perkemahan biasa. Namun, di Saka Bhayangkara Bukittinggi memberikan kegiatan lebih dari itu.
Belum lama ini, anggota Saka Bhayangkara Bukittingi mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Pelatihan Gabungan (Latgab) bersama Satuan Brimob. Bukan sekadar kunjungan, kegiatan ini dirancang khusus untuk menguji ketahanan fisik dan mental para anggota layaknya pasukan terlatih. Mulai dari kedisiplinan tingkat tinggi hingga survival di hutan, berikut adalah rekam jejak keseruan mereka selama pelatihan.

1. Menyerap Ilmu Baru Lewat PBB “Skala TNI” Sesi pelatihan dibuka dengan materi Peraturan Baris Berbaris (PBB). Namun, ini bukan latihan baris-berbaris standar yang biasa ditemui di sekolah. Di bawah arahan instruktur Brimob, para anggota diperkenalkan pada PBB dengan standar kedisiplinan militer atau “Skala TNI”.
Bagi anggota Saka Bhayangkara Bukittinggi, ini adalah ilmu yang benar-benar baru. Ada perbedaan mendasar dalam aturan gerak dan ketegasan dibanding PBB konvensional. Meski menguras tenaga dan konsentrasi, para anggota terlihat antusias menyerap setiap detail gerakan yang mengajarkan kekompakan satu komando tersebut.
2. Pengalaman Taktis: Bongkar Pasang Senjata hingga Taktik Huru-Hara Suasana semakin serius namun seru ketika masuk ke sesi pengenalan senjata. Para anggota Saka Bhayangkara diberi kesempatan untuk memegang dan mempelajari mekanisme senjata api jenis pistol.
Mereka diajarkan teknik reloading (isi ulang peluru) serta cara bongkar pasang senjata dengan prosedur keamanan yang ketat. Tak hanya itu, mereka juga berlatih menggunakan barrier atau tameng pelindung polisi. Dalam sesi ini, para anggota merasakan langsung bagaimana beratnya tanggung jawab dan teknik yang diperlukan aparat saat menangani situasi kerusuhan atau pengamanan massa.


3. Navigasi Darat: Membuka Jalan di Hutan Rimba Setelah materi teknis, ketahanan fisik para anggota diuji di alam bebas. Berlokasi di perbukitan belakang Markas Brimob Padang Panjang, mereka ditantang untuk melakukan hiking menuju puncak.
Tantangannya tidak main-main. Tidak ada jalan setapak yang nyaman untuk dilalui. Para anggota Saka Bhayangkara harus bekerja sama mencari rute dan membuka jalan sendiri di tengah rimbunnya vegetasi hutan. Momen ini benar-benar menguji solidaritas tim; bagaimana mereka saling bahu-membahu menyingkirkan ranting dan semak belukar agar seluruh regu bisa sampai ke tujuan dengan selamat.
4. Memuncak di Mountaineering Rangkaian pelatihan fisik ini ditutup dengan kegiatan Mountaineering. Setelah lelah mendaki dan membuka jalur, adrenalin mereka kembali dipacu dengan menuruni tebing menggunakan peralatan safety lengkap. Rasa lelah seolah hilang, berganti dengan rasa bangga karena berhasil menaklukkan rasa takut di ketinggian.
Penutup Kolaborasi latihan antara Saka Bhayangkara Bukittinggi dan Brimob ini membuktikan bahwa Pramuka adalah wadah pembentukan karakter yang nyata. Para anggota pulang tidak hanya membawa lelah, tapi juga membawa mental yang lebih baja, wawasan kepolisian yang luas, dan persaudaraan yang semakin erat.

Bagi generasi muda Bukittinggi yang mencari tantangan dan ingin mengembangkan diri, Saka Bhayangkara Bukittinggi membuktikan bahwa mereka adalah tempat yang tepat untuk bertumbuh.




Leave a Reply